Jumat, 02 Desember 2011

Cara Membuat Pola Baju Wanita

POLA DASAR GAUN WANITA

UKURAN KECIL

Lingkar Badan 76 + 4

Lingkar Pinggang 64
Panjang dada 30
Lebar dada 30
Panjang Punggung 34
Lebar Punggung 32
Lingkar Panggul I 80 + 4
Lingkar Panggul II 84 + 4
Lebar Bahu 12
Panjang rok 60
CARA MEMBUAT POLA
A – A’ = 2,5 Cm
A – B = 7,5 cm
B – C = 5 cm
B – D = ½ panjang dada
B – E = panjang dada
E – F = 13 cm
E – G = 20 cm
E – H = Panjang rok
A – M = 7 cm
M – S = Lebar bahu
S – S’ = Turun 3 cm
C – C’ = 1/2 lebar dada
C – C’’ =1/2 Lebar punggung
D – D’ = 1/4 lingkar badan
E – E’ = 1/4 lingkar pinggang + 3 cm (coup)
F – F’ = 1/4 lingkar panggul 1
G – G’ = 1/4 lingkar panggul 2
H’ dan H” dinaikkan 1 cm
E – V = 1/10 lingkar pinggang
V – V’ = 3 cm ( coup)
M – O = ½ M S’
d = ½ V V’
d – x = 12 cm


keterangan :
Garis berwarna merah menandakan pola depan baju
Garis berwarna biru menandakan pola belakang baju
Jadi, perbedaannya adalah pada tehnik melipat kertas pola dan menggunting polanya

Membuat Celana Sederhana ( piyama)

Ukuran yang dibutuhkan : tinggi duduk, panjang celana dan lingkar pangkal paha.
Ukuran untuk anak (1 tahun)
tinggi duduk = 16
panjang celana = 40
Lingkar pangkal paha = 56
Cara membuat pola (sesuai gambar) :
- Buat Garis lurus vertikal dan horizontal
- ukur a-c = tinggi duduk + 3 = 16 + 3 = 19cm
- a-b = 1/4 x lingkar pangkal paha + 2 = (1/4 x 56) + 2 = 16cm
- didapat segi empat a-b-c-d
celana Membuat Celana Sederhana ( piyama)
Pola Muka (warna merah)
- a-f = panjang celana = 40cm
- perpanjang garis b-d kebawah hingga memotong vertikal garis bawah (garis patah2 merah)
- d-e = 1/4 x c-d = 1/4 x 16 = 4cm
- Dari titik b, kurangi 2 cm kedalam (kekiri) dan gambar garis lengkung
- selesaikan bentuk pola depan.
Pola Belakang (warna Biru)
- Gambar garis e-g, sepanjang d-e
- Hubungkan titik b-g, dan tambah 2 atau 2,5 keatas
- Buat garis lengkungnya antara b-g
- Buat garis pertolongan e-e’ dan g-g’
- Gambar bentuk seperti gambar pola warna biru
Untuk Memotong kainnya, letakkan pola diatas kain.
tentunya jangan lupa, untuk lipatan kain letakkan pada lipatan kain seperti yang tertulis pada pola.
- garis setiap sisi pola pada kain dengan jarak lebih 1,5 hingga 2cm, kecuali sisi atas lebihi 4-5 cm untuk tempat karet celana. (melebihi kain bagian atas sesuai dengan ukuran karet yang akan dipakai)
- gunting garis setiap sisi.
- Rader sisi belakang kain.
- Anda siap menjahitnya sesuai dengan rader yang melekat pada kain.
- Untuk hasil yang bagus, lebih baik obras terlebih dahulu setiap sisinya.
Untuk urutan jahitnya :
- Jahit sisi bawah depan dan belakang
- baru kemudian jahit kerung celana.
- Untuk piyama sederhana ini, bagian atas dilipat dan d beri karet

Ini contoh celana piyama sederhananya….
dr bahan katun sangat cocok buat anak 1 thn yang gerak aktif…
091017 141410 Membuat Celana Sederhana ( piyama)



















Selamat menjahit dan selamat mencoba

.::Asal Mula Pakaian::.

Sepatu

Jenis sepatu yang pertamakali dikenal adalah sandal. Buktinya terlihat sudah digunakan pada awal peradaban, meskipun kebayakan orang tidak bersepatu.
Dapat dipercaya bahwa pendaki di Mesopotamia sekitar 1600 BC memakai sepatu sandal seperti sepatu. Sepatu halus ini menggunakan kulit untuk menutupi kaki dan diikat bersama dengan tali kulit mentah. Contoh pertama dari tumit belati ditemukan di Mesir kuno, di tomb dating dari 1000 BC.

Sweater

Sweater bulu domba adalah pakaian pertama yang dirajut di benua Eropa. Mereka memakai untuk melindungi nelayan dari angin, hujan dan percikan air laut.
Merajut diperkenalkan untuk Eropa oleh Arab di abad 5, tetapi tidak berkembang pupolaritasnya sampai abad 15. Dapat dipercaya bahwa merajut diturunkan dari metode membuat jaringan ikan dan nelayan dari daerah yang berbeda dalam pembuatan masing-masing pola merajut.
Sejarawan percaya nelayan dapat mengenal masing-masing dalam pembuatan sweater orisinal mereka.

Setelan

Menjadi sangat terenal didunia garment khususnyauntuk pria di abad 19.
Untuk yang tidak mampu, setelan tergolong mahal untuk generasi berikutnya.
Di tahun 1830, dapat dipercaya bahwa semua pakaian dalam digunakan utnuk menjaga tubuh agar tetap bersih. Pada akhir abad 19, pria yang mengikuti mode mempunyai enam jenis setelan; setelan formal yang dikombinasikan dengan tiga jenis yang berbeda dari jas dan setelan kurang formalyang dikombinasikan dengan tiga gaya yang berbeda dari jaket. Setelan wanita juga menjadi modern pada abad 19 untuk bersepeda, mengemudi dan olah raga lain.

Jas

Jas sudah menjadi produksi garment. Secara umum untuk pria dan wanita sejak waktu kuno.
Melalui sejarah, memiliki bermacam ukuran, warna, bentuk dan bahan. Penemuan jas hujan ditujukan untuk cuaca hujan. Jas hujan longgar, tahan air yang dibuat pertengahan abad 19.
Charles Macinthosh pada tahun 1823 yang membuat hak paten tahan air, pakaian karet India. Penjahit menemukan bahan tersebut sulit untuk kelim dan ditolak untuk pakaian sehari-hari. Jadi pada tahun 1840, Charles Macinthosh mendirikan pabrik sendiri dimana garment tahan air dibuat.
Teknik pakaian tahan air tidak dikembangkan sampai tahun 1970.

Celana Panjang

Celana panjang seperti yang diketahui sekarang dibuat dari abad 19. Tetapi diketahui wanita sudah menggunakan celana panjang di Persia kuno.
Di abad tengah Eropa awal, pria mengenakan jubah, tetapi pengenalan dari baju baja membuat pakaian tidak praktis. Jadi, kaos kaki dan kemudian celana mulai menjadi terkenal diantara pria. Celana tersebut adalah celana pendek yang panjangnya sampai dibawah lutut dan dipakai diatas kaos kaki. Sekitar 1830, celana pendek tersebut berkembang sampai ke bagian betis yang disebut pantaloons. Setelah tahun 1830, celana panjang menjadi lebih panjang dan lebar sampai bagian pergelangan kaki, dan menjadi gaya pakaian terpenting untuk pria.

Kemeja

Sampai awal renaissance Eropa, kemeja tergolong garment dalam. Dapat dipercaya status pria untuk menyatakan kemeja. Tetapi menutupi kain linen putih menjadi sangat sulit dengan kesukaan renaissance untuk sampai bahu, dada dan lengan bawah.
Tahun 1530 kemudian diterima dan menjadi modern yang bmemungkinkan kemeja terlihat di leher dan pergelangan tangan, dimana kerah pakaian dapat ditekuk. Pada akhir abad 19 kemeja dapat diterima. Kemeja waktu sekarang tinggi berkerah. Tetapi tahun 1917, ditemukan tekanan dari kerah dan di leher tidak terlihat baik oleh mata, dan kerah kemudian ditekuk, yang terlihat pada sekarang ini.

Gaun

Ditahun 1870, penglihatan gaun dirancang sebagai alternatif ke gaun cocok ketat modern. Pemikiran orang-orang artistik terhadap para wanita mengikuti gaya yang sedang berkembang tergolong kurang sehat dan terbatas . pengllihatan gaun terdiri dari gaun sederhana dengan lengan baju dan rok yang dimasukkan untuk kebebasan wanita dari berat bahan lapisan.
Meski tidak begitu terkenal pada permulaan, penglihatan pakain berubah menjadi pakaian “artistik” dan menjadi tersedia secara umum pada tahun 1890. wanita secara bertahap mulai membeli gaun tersebut untuk alasan praktis daripada sebagai tindakan pemberontakan.

Rok

Dengan masa ranaissance, rok berkembang secara luas dan Spanyol farthingale menjadi lebih bergaya sekitar Eropa. Farthingale terdiri dari rok mengembangh untuk dipakai dibawah gaun.
Lingkaran bingkai dengan tulang ikan paus atau dari osier basketwork yang disisipkandi rok yang menambah lebar dan gaya Spanyol, memberikan gaun seperti bentuk lonceng. Farthingale mencapai lebar maksimum sekitar abad 17, ketika kesempurnaan rok berubah menjadi bentuk drum. Sejarawan percaya beberapa perbedaan dari rok farthingale dapat selebar 18 kaki, dimana disebabkan mode arsitektur.

Kain Katun

1. Katun Jepang

 

Sekilas sama seperti kain katun biasa pada umumnya, tetapi jika diperhatikan ada beberapa ciri khusus, yaitu :
- dibagian sisi ujung bahan terdapat tulisan “japan design” dan atau terdapat kode warna pada kain tersebut.
daya serap keringat bagus.
- harga lebih mahal dari kain katun biasa.
- permukaan kain lebih halus.
- warna lebih awet dan tahan lama.
- sering dan cocok digunakan untuk blouse wanita.

2. Katun Paris Motif
 Sebetulnya katun Paris hampir sama dengan katun Jepang dalam hal :
- memiliki kode warna pada kain.
- daya serap keringat bagus.
- harga relatif lebih mahal.
- warna dan permukaan kain sama dengan katun Jepang.
Perbedaaanya adalah kain katun Paris lebih tipis dibanding katun Jepang. Biasa digunakan untuk blouse wanita.


3. Katun Paris polos.
 Katun jenis ini sebenarnya hampir sama dengan katun biasa, hanya saja lebih tipis. Harganya sendiri hampir sama dengan katun biasa, dan katun ini tidak ada kode warna di kainnya. Sering digunakan untuk blouse wanita dan bahan kerudung.


4. Katun Silk/India/Zada
 Katun jenis ini ada 2 jenis yaitu yang tipis dan tebal. Ciri-ciri kain katun ini adalah :
- permukaan kain lebih mengkilap.
- harga sedikit lebih mahal diatas katun biasa, namun tidak semahal katun Jepang.
- daya serap keringat paling rendah.
- warna kilapnya awet meskipun sering dicuci.

5. Katun Minyak

Kain katun ini sama seperti katun lainnya cuma permukaannya terkesan berminyak (kilapnya lain dengan katun silk).
- harga sama dengan katun biasa.
- daya serap keringat lumayan.
- kilap akan berkurang setelah beberapa kali pencucian.

6. Katun biasa

 

- motifnya macam-macam : polos, garis, kotak, bunga atau abstrak.
- harga relatih lebih murah.
- tidak ada ciri khusus seperti kode warna.
- daya serap keringat sedang s/d bagus, tergantung prosentasi bahan katunnya.
- warnanya awet meskipun masih dibawah katun Jepang.

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Flanel

Kerajinan tangan dengan bahan flanel saat ini menjadi salah satu kerajinan tangan yang sangat diminati. Pembuatan yang cukup mudah serta bahan-bahan yang mudah dicari tentunya menjadi alasan utama disamping karena bisa dibuat berbagai macam benda.
Berikut ini macam-macam tusuk jahit dan tusuk hias yang digunakan dalam kerajinan tangan flanel :
1. Tusuk Feston
Tusuk feston ini biasa digunakan untuk menggabungkan 2 lembar kain flanel dan juga merapikan pinggiran kain flanel.
2. Tusuk Rol
Tusuk rol ini juga digunakan untuk menggabungkan 2 lembar kain flanel. Apabila dikerjakan dengan hati-hati maka akan menghasilakn jahitan yang jauh lebih rapi dan halus daripada tusuk feston.
3. Tusuk Tikam Jejak
Tusuk tikam jejak ini biasa digunakan untuk membuat bentuk mulut.
4. Tusuk Pipih
Tusuk pipih ini biasa digunakan untuk membuat bentuk hidung.
5. Tusuk Jeruji
Tusuk jeruji ini biasanya hanya digunakan sebagai hiasan.
Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tangan dari flanel antara lain :
  1. kain flanel
  2. benang sulam
  3. jarum jahit
  4. dakron/kapas
  5. manik-manik
  6. lem serbaguna (all pupose adhesive), lem PVAc, melty stick (batangan lem)
  7. glue gun (lem tembak)
  8. gunting
  9. bahan pelengkap (gantungan kunci, gantungan handphone, jepit rambut, karet rambut, bros
Berikut ini beberapa bentuk kerajinan tangan yang terbuat dari kain flanel :
Gantungan Kunci Keropi
Cara membuat :
1. Membuat pola dari kertas kemudian di gunting.
2. Gunting kain flanel sesuai pola yang sudah dibuat di kertas.
3. Pasang mata dan buat bentuk mulut pada kain flanel bentuk keropi. Untuk memasang mata bisa menggunakan lem tembak. Untuk membuat mulut menggunakan tusuk tikam jejak.
4. Gabungkan kedua lembar kain flanel bentuk keropi, jahi sekelilingnya menggunakan tusuk feston. Sisakan sedikit bagian untuk memasukkan dakron kemudian setelah selesai memasukkan dakron selesaikan dengan menjahit menggunakan tusuk feston.
5. Dibagian atasnya selipkan tali untuk mengaitkan gantungan kunci.
6. Gunting kain flanel dengan bentuk bulat untuk ditempelkan di pipi.
 

Sutra

Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutra bertekstur mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.


Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra.
"Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan. Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan.


Empat jenis ngengat sutra ternakan yang terpenting.
Sutra juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, namun hanya jenis sutra dari ulat sutra yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutra-sutra lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutra dihasilkan terutama oleh larva serangga yang bermetamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga kerap dijumpai khususnya pada serangga ordo hymenoptera (lebah, tabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang. Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutra, terutama arachnida seperti laba-laba.

Gaun Pengantin Gothic Unik ala Vera Wang





 Gaun pengantin berwarna hitam mungkin merupakan hal paling tabu untuk digunakan pengantin wanita. Gaun berwarna hitam yang dikenakan pengantin wanita dianggap seolah-olah mencipta suasana berkabung dan pemakaman.

Seolah menentang tradisi tersebut, dalam rancangan terbarunya, Vera Wang menampilkan koleksi gaun pengantin dengan dominasi warna hitam. Dalam koleksinya, Wang mendobrak aturan gaya gaun pengantin dengan serangkaian gaun pengantin hitam pada Bridal Fashion Week di New York.


Desainer yang merancang tiga gaun pengantin Kim Kardashian, termasuk Victoria Beckham, Jennifer Lopez, Chelsea Clinton dan Avril Lavigne, menampilkan gaun-gaun bernuansa gothic kental dalam balutan busana berbahan organza, tulle dan chiffon. Tak satupun gaun pengantin yang dia rilis menggunakan warna putih klasik.











Seperti dimuat dalam Daily Mail, desainer yang berpengaruh luas dalam fashion gaun pernikahan selebritis dunia ini bermain dengan gaun warna-warna gelap seperti abu-abu, mint pucat, bahkan hitam.

Meski belakangan gaun pengantin warna gelap kembali muncul di antara popularitas warna putih dan gading, gaun pengantin berwarna seperti hitam dan merah bukanlah sesuatu yang baru.


Ratu Victoria mempopulerkan tren gaun pengantin putih saat menikah dengan Pangeran Albert pada tahun 1840. Sebelumnya, pengantin wanita mengenakan gaun berbagai warna.


Banyak pengantin wanita di dunia barat mengenakan gaun brokat yang disulam dengan benang putih perak diatas gaun warna biru dan kuning serta warna praktis seperti cokelat, abu-abu dan hitam. Sedangkan pengantin di belahan Eropa dan bagian dunia lainnya menggunakan gaun berwarna merah.


Saat Ratu Victoria memilih gaun putih untuk pernikahannya langsung melahirkan tren fashion gaun pengantin baru. Warna putih jamak digunakan kalangan bangsawan saat itu untuk menunjukkan simbol status. Di akhir abad 19, gaun pengantin warna putih sudah menjadi pilihan gaun pengantin di hampir seluruh dunia.